Tampilkan postingan dengan label AGRIBISNIS / PERTANIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGRIBISNIS / PERTANIAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2013

MODAL DALAM PERUSAHAAN

*. PENGERTIAN MODAL

     Modal adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam proses produksi. modal menurut Prof. Meij mengartikan modaal sebagai kolektivitas dari barang-barang modal yang terdapat dalam neraca sebelah debit,sedangkan yang dimaksud barang-barang modal adalah semua barang yang ada dalam rumah tanggaa perusahaan dalam fungsi produksinya untuk membentuk pendapatan.
 
** Beberapa Macam Modal

- Modal Abstrak digambarkan sebagai air terjun(waterfall), dimana ''air terjunnya'' adalah tetap, sedangkan ''tetesan airnya'' selalu berganti-ganti. Air terjunnya disamakan dengan modal abstrak yang relaatif permanen dan tetesan airnya disamakan dengan modal kongkret yang yang selalu berganti-ganti. Modal kongkret ialah "capital goods" dan modal abstrak adalah "capital Value"( Fisher).
- Modal aktif ialah modal yang tertera disebelah debit dari neraca, yang menggambarkan bentuk-bentuk dalam seluruh dana yang diperoleh perusahaan ditanamkan.
- Modal pasif ialah modal yang tertera disebelah kredit dari neraca yang menggambarkan sumber-sumber dari mana diperoleh. modal pasif dibagi atas Modal sendiri dan modal asing, modal sendiri adalah modal yang bersal dari perusahaan itu sendiri sedangkan modal asing adalah modal yang berasal dari luarr perusahaan itu.
-Modal Kerja ialah jumlah keseluruhan aktiva lancar atau juga kelebihan dari aktiva lancar di atas utang lancar.


                                                Nb: twitter: @JChrist_one dan my handphone 085237865055





NALISIS RENTABILITAS DALAM MENDUKUNG DIVERSIVIKASI PRODUK



ANALISIS RENTABILITAS  DALAM MENDUKUNG DIVERSIVIKASI PRODUK ABON SAPI (Studi Kasus) PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “TAMBERS” DI KELURAHAN KAYU PUTIH KECAMATAN OEBOBO
KOTA KUPANG



PROPOSAL PENELITIAN


OLEH


Joseph Ch. Bokotei
0804022607




FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Pembangunan pertanian yang didalamnya terdapat sub sektor peternakan erat kaitannya dengan Visi pembangunan  Kabupaten Kupang yaitu terwujudnya masyarakat mandiri yang mampu meningkatkan kesejateraan. oleh karena itu kegiatan-kegiatan yang berorientasi agribisnis dan pengelolaan berkelanjutan dengan berbasis pada pemberdayaan ekonomi petani atau nelayan diupayakan agar dapat membuat masyarakat menjadi lebih mandiri.
Peternakan merupakan salah sektor pertanin yang dapat memberikan peluang usaha bagi agroindustri. Karena tersedianya bahan baku dari ternak yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual yang relatif lebih baik dan mendapat keuntungan yang lebih tinggi.
Agroindustri merupakan salah satu sub sistem agribisnis yang mengolah bahan baku yang berasal dari hewan dan tumbuhan dengan berbagai bentuk perlakuan fisik dan kimia, penyimpanan, pengawasan sampai pemasaran. Hal ini berdampak bagi peningkatan nilai tambah kualitas hasil penciptaan tenaga kerja, peningkatan produksi dengan tujuan mengentaskan kemiskinan. Pengembangan agroindustri berhasil apabila sektor pertanian sebagai pemasok bahan baku dapat memenuhi prasyarat seperti tepat waktu, tempat, bentuk, jumlah dan harga (Leki,2000).
Home industri merupakan bagian dari usaha kecil yang diusahakan di rumah tangga dan bergerak dalam berbagai sektor usaha (Widyahartono,2002). Home industri dapat berperan  secara maksimal dalam pembangunan nasional menuju era industrialisasi dengan cara menjalin keterkaitan yang serasi dan harmonis dengan sektor usaha lain seperti pertanian, perikanan dan peternakan.
Dalam bidang peternakan telah berkembang 10 (sepuluh) Home industry di Kupang yang menghasilkan produk seperti daging se’i, bakso, abon dan dendeng (Disperindak NTT 2010). Home industri tersebut didukung oleh potensi  daerah Nusa Tengara Timur (NTT) yang dikenal sebagai daerah penghasil ternak sapi. Produksi ternak sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kota Kupang dan kabupaten dari tahun ke tahun semakin meningkat hingga pada tahun 2010 sebesar 151.691 ekor.(BPS,NTT 2010).
Kota Kupang mempunyai potensi untuk dikembangkan Home Industri karena tersedianya bahan baku. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan penduduk kota kupang yang semakin meningkat hingga pada tahun 2010 mencapai 4.683.827 jiwa dan mengisyaratkan adanya peningkatan konsumsi pangan.(BPS,NTT 2010).
Home industri Tambers merupakan Salah satu industri rumah tangga yang mengolah bahan baku dari daging.  Produk olahan daging yang dihasilkan salah satunya adalah Abon sapi. Produk yang dihasilkan mempunyai cita rasa yang enak, dan mempunyai daya awet yang relatif lama. Abon  adalah bahan makanan bergizi tinggi antara lain karena proteinnya yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Berbagai cara pengolahan daging yang dilakukan pada home industri Tambers bertujuan untuk penganekaragaman produk daging. Serta untuk mencapai tujuan dari home industri tersebut untuk peningkatan keuntungan. Namun untuk mencapai itu home industri tersebut harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkat keuntungan seperti faktor internal yaitu modal dan tenaga kerja dan faktor eksternal yaitu peluang usaha dan cuaca. Selain memiliki kandungan gisi yang baik, Abon juga memiliki prospek yang cerah apabila dikembangkan sehingga dapat menambah tingkat  pendapatan dan menciptakan lapangan usaha sendiri. Selain itu abon juga bisa menjadi makan subsitusi dan juga bisa dijadikan oleh-oleh khas kota kupang.
Industri rumah tangga ini dalam usaha mengoptimalkan keuntungannya diperlukan perhatian khusus pada manajemen dan Rentabilitas, manajemen. Karena dalam sistem pengelolaannya belum teratur meliputi beberapa aspek seperti sistem organisasi, penempatan tenaga kerja dan pembagian tugas, aspek produksi, aspek pemasaran terutama pada penentuan saluran distribusi produk dalam rangka perluasan pasar, serta akuntansinya. Home industri tambers menjalankan usahanya dengan mengunakan modal usaha sendiri untuk memperoleh laba, Namun hal ini belum menunjukan  efisiensi penggunaan modal karena home industri belum menghitung rentabilitas karena laba yang tinggi belum mencerminkan  adanya efisiensi maupun sehat tidaknya usaha tersebut. Karena Rentabilitas suatu usaha dapat mencerminkan kemampuaan modal perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga tingkat rentabilitas yang tinggi mencerminkan efisiensi yang tinggi pula(Bambang, 1995). Dengan demikian, perlu dilakukan perhitungan terhadap rentabilitas usaha home industry tambers.


1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana manajemen usaha abon sapi pada home industri Tambers di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang?
2.      Berapa besar laba usaha dari produksi abon sapi pada home industri Tambers di kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang?
3.      Berapa besar Rentabilitas dari produksi Abon sapi pada home industri Tambers di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang?

1.3              Tujuan Dan Kegunaan
Tujuan penelitian ini adalah :
1.      Mengetahui manajemen pengelolaan usaha abon sapi pada Industri Rumah Tangga Tambers di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang.
2.      Mengetahui besarnya biaya produksi abon sapi pada Industri Rumah Tangga Tambers di kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang
3.      Mengetahui berapa besar keuntungan Abon sapi pada industri rumah tangga Tambers di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang
Penelitian ini diharapkan berguna bagi :
1.      Pengusaha sebagai bahan informasi dalam usaha pengembangan usaha mulai dari proses produksi sampai pendistribusian produk ketangan konsumen.
2.      Pemerintan sebagai bahan informasi mengenai keadaan industri rumah tangga (home industry) Angkasa Timor sehingga membantu dalam menentukan kebijakan bagi pengembangan dan pembinaan industri rumah tangga.
3.      Peneliti sebagai bahan informasi dalam melakukam penelitian lanjutan.



     HASIL DAN PEMBAHASAN SILAKAN HUBINGI,
NB: JOSH 085237865055

Senin, 05 Agustus 2013

laporan praktek kerja lapangan/ trategi pemasaran



STRATEGI PEMASARAN TANAMAN KUBIS
DI KEBUN AGRIBISNIS “SEMANGAT” DESA OEMASI
 KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG

LAPORAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN

OLEH

RAYMOND A. BALE DOTO
0804022589



FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2011




KATA PENGANTAR

          Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena Atas berkat dan tuntunanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan seluruh kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan penulisan laporan ini.
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan penyusunan laporan ini penulis mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.        Ibu Ida Nurwiana M,Si, sebagai pembimbing mata kuliah yang telah membimbing dalam penyelesaian Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
2.        Ir.Leta Rafael Levis, M Rur,M Nt, sebagai pembimbing lapangan yang dengan setia memberikan petunjuk dan bimbingan selama penulis menyelesaikan laporan ini.
3.        Pak Bambang, sebagai pemilik kebun abgribisnis “SEMANGAT” yang telah bersedia menerima penulis untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
4.        Mas Dodo sebagai pengurus  di kebun agribisnis “SEMANGAT” yang telah memberi arahan selama penulis mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sampai menyelesaikan laporan ini.
5.        Teman–teman sosek 08 (Josh, Adhy, , Loks, Dhedy, Ay, Janry, Dantes, dan yang tidak bisa disebutkan satu per satu namanya yang telah membantu penulis dalam penyelesaian laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini.
6.        Untuk Bapa dan Mama tercinta dan adik-adikku yang tersayang Cherya, Stefani dan Rowy, Spesialnya buat Jeanet margareth yohanes yang telah mendukung dalam doa.
7.        Terima kasih buat teman – teman selokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) Josh, Adhy, Dhedy, Loks, Joao, Janry, Ay, Joker, Lonny, Frince, Prischa, Fanny, Yelli, Delfin, Ima, Jefri, Yochi, Dewi, Edmar, Yakobus, Dantes  atas bantuan, masukan dan kerjasama selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu dengan senag hati penulis mengharapkan segala kritik dan saran bersifat membangun dari semua pihak guna penyempurnaann Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini.

                                                                             Kupang,  Oktober 2011

                                                                                                            Penulis













BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Pembangunan pertanian diarahkan untuk mencapai tujuan antara lain swasembada karbohidrat dan meningkatkan gizi masyarakat melalui penyediaan protein, lemak. vitamin dan mineral. Tanaman hortikultura merupakan salah satu tanaman yang menunjang pemenuhan gizi masyarakat sebagai sumber vitamin, mineral, protein dan karbihodrat. Bagi penduduk Indonesia, sesudah Pelita, pola umum konsumsi hortikultura juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dengan membanjirnya produk sayur-sayuran dan buah buahan dari luar negeri ke toko-toko atau yang dikunjungi konsumen golongan menengah atau atas. Kegemaran produk import dikalangan disatu pihak akan menghambat pengembangan hortikultura karena lemahnya gairah petani untuk meningkatkan produksi. Di pihak lain dapat memacu peningkatkan produksi ditinjau dari sudut kualitas agar dapat bersaing dengan produk impor.
Usahatani komoditas hortikultura yang terdiri dari tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman hias dan tanaman obat telah lama dikenal dan dibudidayakan oleh petani bersamaan dengan pengembangan tanaman pangan lainnya. Konstribusi hortikultura bagi manusia diantaranya adalah sebagai sumber pangan dan gizi, pendapatan keluarga, pendapatan negara, sedangkan bagi lingkungan adalah rasa estetikanya, konservasi genetik sekaligus sebagai penyangga kelestarian alam.
             Dengan semakin meningkatnya permintaan akan komoditas hortikultura karena peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi makanan, maka pengembangan komoditas hortikultura menjadi salah satu prioritas dalam rangka diversifikasi konsumsi dan peningkatan gizi. Oleh karena itu hortikultura merupakan komoditas yang sangat berpeluang dan prospektif untuk dikembangkan dengan pendekatan agribisnis.
Tanaman kubis mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar terhadap pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, pendapatan negara melalui pengurangan impor, pengembangan agribisnis, dan perluasan kesempatan kerja. Di samping itu, pengembangan tanaman kubis mempunyai peranan cukup strategis terhadap jumlah dan produksi sayuran nasional. kubis mempunyai potensi ekonomi yang sangat baik, sebab peluang pasarnya cukup luas dan merupakan sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat dan dapat pula disajikan dalam bentuk lalapan maupun olahan sayuran.

1.2  Tujuan dan Kegunaan PKL
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL)  ini adalah :
1.    Mengetahui strategi dan saluran pemasaran tanaman kubis di kebun agribisnis “semangat” di Desa oemasi,  Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Kegunaan dari penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini adalah, sebagai berikut :
1.      Bagi peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL), mengaplikasikan teori yang diperoleh selama kuliah dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
2.      Bagi petani sebagai  bahan perbandingan dalam perencanaan usahatani selanjutnya.
3.      Sebagai bahan informasi untuk penelitian lanjutan maupun pihak lain yang membutuhkan.


BAB II
METODE, WAKTU DAN LOKASI

2.1 Metode Pelaksanaan PKL
Metode yang digunakan dalam praktek kerja lapangan ini adalah magang dimana terlibat langsung dalam mengerjakan kegiatan usahatani seperti, mengolah tanah, membuat bedengan, menanam tanaman, serta memelihara tanaman kubis. Selain itu, melakukan wawancara dan studi kepustakaan. Informasi yang diperoleh, kemudian dikaji secara komprehensif, dianalisis, disusun secara sistematis dan terarah sehingga menjadi laporan atau tulisan ilmiah praktek kerja lapangan.

2.2 Jadwal Dan Lokasi Pelaksanaan PKL
            Pelaksanaan praktek kerja lapangan ini berlangsung dari tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2011. Bertempat di kebun agribisnis semangat, di desa Oemasi kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang.












BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN






NB: INFO 085237865055

Minggu, 21 November 2010

JuRnal agRIbisnis faperta undana 08

PERFORMANCE AGROINDUSTRI DENDENG API MURNI
(STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA’’UD.ANGKAsa timor”0

(Kajian Skipsi Suzan M. Sagran)
OLEH :
JOSEPH CH. BOKOTEI
Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis), Faperta – Undana

ABSTRAK
Penelitian ini telah dilaksanakan pada industri rumah tangga ”UD. Angkasa Timor” di Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang sejak bulan April sampai dengan bulan Mei 2009. tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan usaha, besarnya biaya produksi, penentuan harga jual dan besarnya laba bersih dendeng sapi murni pada industri rumah tangga ini. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam pengelolaan menggunakan bahan baku dan bahan penolong yang berasal dari Kupang, NTT. Belum ada pembagian tugas yang jelas sesuai bidang kerja yang ada. Perhitungan biaya produksi yang dilakukan selama ini belum tepat menurut sistem akuntansi. Di mana pembukuan yang dilakukan masih bersifat sederhana dan belum mencerminkan perhitungan biaya-biaya secara tepat. Produk yang dihasilkan selama ini didistribusikan ke Aldia Citra Sukiran dan di tempat industri rumah tangga dendeng sapi murni ”UD. Angkasa Timor”.
ABSTRACT
This observation has been done in ”UD. Angkasa Timor” home industries in Sikumana village, Maulafa sub district, Kupang City since April to May 2009. The aim of this observation is to know how are the manufature of industry, production, cost, selling prise and the neat profit of the original beef fillet of “UD. Angkasa Timor” home industry. The data collation is done with interview and observation method.
The result of analisys show that : in manufacturing they use raw, material and benefactor material from Kupang, NTT. There is not early jobs division according job sectors. The accounting of production cost wich be done since it founded is not appropriate with accountancy system with simple book keeping and doesn’t accuracy cost accounting. The product is distributed to Aldia Citra Sukiran and there own place “UD. Angkasa Timor” home industry.
PENDAHULUAN
Pembangunan nasional, khususnya pembangunan pertanian ditujukan untuk terus meningkatkan produksi pertanian baik untuk konsumsi masyarakat, memenuhi kebutuhan bahan baku indutri mau pun meningkatkan ekspor hasil pertanian.
Peternakan merupakan salah satu sub sektor yang banyak meyerap tenaga kerja dan penghasil devisa bagi negara. Hasil peternakan juga sebagai bahan baku bagi industri pengolahan. Agroindustri merupakan salah satu sub sistem agribisnis yang mengolah bahan baku yang berasal dari hewan dan tumbuhan dengan berbagai bentuk perlakuan fisik dan kimia, penyimpanan, pengawasan sampai pemasaran yang berdampak bagi peningkatan nilai tambah kualitas hasil penciptaan tenaga kerja, peningkatan produksi dengan tujuan mengentaskan kemiskinan. Pengembangan agroindustri berhasil apabila sector pertanian sebagai pemasok bahan baku dapat memenuhi prasyarat sperti tepat waktu, tempat, bentuk, jumlah dan harga.
Dendeng adalah lembaran daging yang dikeringkan dengan menambahkan campuran gula. Garam, serta bumbu-bumbu lain. Dalam dendeng terdapat terdapat protein dan beberapa kandungan mineral seperti kalsium, fosfor dan besi, dan masa simpannya yang lebih lama dibanding daging sapi mentah. Tujuan lain dari pembuatan dendeng sapi adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat karena dendeng sapi dibuat dari daging sapi sebagai bahan pangan asal ternak. Dendeng sapi ini terjamin halal dan promosi yang terdiri dari nama industri yaitu “UD. Angkasa Timor”, alamat : H.R. Koroh Sikumana No. Telp 0380-831890, No. Depkes. 201637101030, masa kadaluarsa 2 bulan.

PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka perumusan masalah yang diangkat dan dikaji dalam penelitian ini adalag sebagai berikut :
1. Bagaimana pengelolaan usaha dendeng sapi di UD tersebut?
2. Berapa besar biaya produksi dendeng sapi di UD tersebut?
3. Bagaimana penetuan harga jual dendeng sapi pada industri rumah tangga tersebut?
4. Berapa besar keuntungan yang diperoleh industri rumah tangga tersebut?

TUJUAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pengelolaan usaha dendeng sapi pada industri rumah tangga tersebut.
2. Mengetahui biaya produksi dendeng sapi pada industri rumah tangga tersebut.
3. Mengetahui penentuan harga jual dendeng sapi pada industri rumah tangga tersebut.
4. Mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh industri rumah tangga tersebut.

KONTRIBUSI
Penelitian ini diharapkan berguna :
1. Bagi perusahaan, dalam kaitannya dengan pengembangan usaha di masa yang akan datang dan peningkatan produksi dendeng yang berkualitas.
2. Sebagai informasi ilmiah bagi penelitian selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini.

METODE PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Industri rumah tangga ini merupakan salah satu industri rumah tangga dendeng sapi di kota Kupang yang bertujuan untuk menghasilkan produk yang kontinyu baik secara kualitas mau pun kuantitas. Dari segi kualitas ruamh tangga ini terus mampu menghasilkan dendeng yang bermutu sehingga mampu mengikat selera konsumen terhadap produk dendeng yang dihasilkan.
Keputusan menetapkan harga jual tergantung pada kemampuan pihak menejeman dalam pengelolaan usaha dendeng sapi pada industri riumah tangga ini. Dengan analisis yang tepat pada setiap komponen biaya maka harga jual yang ditetapkan dapat mendatangkan keuntungan.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada industri rumah tangga UD. Anagkasa Timor yang beralamat di Jl. H.R. Koroh di Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang pada bulan April hingga Mei 2009.
Metode Penetapan Lokasi
Penetapan lokasi penelitin dilakukan dengan metode studi kasus yaitu pada industri rumah tangga dendeng sapi UD. Angkasa Timor. Dengan dasar pertimbangan bahwa industri rumah tangga ini merupakan salah satu produsen dendeng sapiu di kota Kupang.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik berdasarkan daftar pertanyaan yang diberikan dan observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini.


Model dan Analisis Data
1. Untuk menjawab tujuan pertama yakni menggunakan analisis secara deskriptif dengan melihat alat produksi yang digunakan, struktur organisasi, menejemen usaha dan proses produksi.
2. Menganalisis biaya produksi dengan menggunakan metode harga pokok proses. Untuk menghitung biaya produksi dalam penetapan harga jual :

Biaya Poduksi :
Biaya Bahan Baku Rp. XXX
Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp. XXX
Biaya Overhead Pabrik Rp. XXX +
Total Biaya Produksi Rp. XXX

Biaya Produksi per Unit ;
Total biaya produksi untuk periode tertentu
Volume Produksi yang dihasilkan dalam periosde bersangkutan
3 & 4. Menggunakan perhitungan harga jual, analisis rugi, analisis neraca dan analisis perubahan modal.

Harga Jual per 1/2 kg – Biaya Produk per kg
% MU = X 100%
Biaya Produk per 1/2 kg

Harga Jual = Biaya Produk per 1/2 kg + MU per Kg
= Biaya Produk per 1/2 kg+(%MU per 1/2 kg x Biaya Produk per1/2 kg




HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Industri Rumah Tangga Dendeng Sapi MURNI UD. Angkasa Timor
Industri rumah tangga ini adalah salah satu industri rumah tangga yang ada di Kota Kupang yang bergerak di bidang pengolahan daging sapi segar menjadi dendeng sapi. Didirikan pada tahun 1990 berlokasi di kelurahan Sikumana, kecamatan maulafa Kota Kupang dan telah terdaftar sebagai industri kecil dari DISPERINDAG pada tahun 1995 dengan No. 25?DPP/.KK.530/13/020/TDI/V/20.C. Pemilik industri rumah tangga ini adalah bapak Mursidi (53 tahun) dengan tingkat pendidikan terakhir SMA, memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 6 orang dan memiliki tenaga kerja yang terdiri dari 4 orang. Industri ini memiliki label produk yang bernama MURNI. Tujuan didirikannya usaha ini untuk memanfaatkan potensi yang ada dan untuk memenuhi permintaan pasar terhadap produk dendeng sapi dengan harga yang dapat dicapai oleh konsumen, mendatangkan pendapatan, menyediakan lapangan pekerjaan dan mempertahankan keberlangsungan usaha.
Pengelolaan Usaha Dendeng Sapi Pada Industri Rumah Tangga
UD. Angkasa Timor
Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan usaha dendeng sapi pada industri rumah tangga UD. Angkasa Timor maka ada beberapa aspek yaitu peralatan produksi, struktur organisasi, proses produksi, pemasaran dan menejemen usaha. Alat yang digunakan yaitu timbangan duduk/gantung, mesin press, baskom, blender, pisau, meja potong, lumping, rak penjemuran dan drum.
Struktur organisasi dalam industri rumat tangga ini belum jelas karena pemilik sebagai pemimpin juga merangkap sebagai tenaga kerja tetapi dalam hal pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan dilakukan sendiri oleh pemilik. Tenaga kerja yang dimiliki berjumlah 4 orang dan semuanya adalah pria. Proses produksi ini dilaksanakan 3 kali dalam seminggu dan sembilan kali dalam sebulan.
Pemasaran dilakukan dengan cara produsen mengantar langsung ke lokasi pemasaran (pengecer) dan ada pula konsumen yang langsung membeli pada produsen. Menejemen dalam industri rumah tangga ini mencakup 4 aspek yaitu pengadaan bahan baku, bahan penolong, menejemen dalam proses produksi, menejemen tenaga kerja.
Analisis Pendapatan dan Keuntungan Relatif
Biaya Produksi
Terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat produk jadi. Biaya bahan baku adalah harga pokok dari bahan baku yang dipakai dalam pengolahan produk dendeng sapi. Bahan baku yang dibutuhkan selama 2 periode (Oktober 2008 – Maret 2009) adalah 3.240 kg daging sapi mentah. Sedangkan biaya tenaga kerja adalah biaya yang diberikan kepada tenaga kerja yang terlibat secara langsung dalam proses produksi di mana langsung dapat diperhitungkan dalam biaya produksi. Biaya tenaga kerja sebanyak 4 orang berjumlah Rp. 7.200.000. Sedangkan biaya overhead pabrik yang harga belinya Rp. 8. 405.000 dan penyusutannya Rp. 436. 562,49.
Biaya Penjualan dan Administrasi Umum
Biaya penjualan adalah biaya yang berhubungan lansgsung dengan penjualan barang. Sedngkan biaya administrasi adalah biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan penyusunan kebijakan dan pengarahan suatu perusahaan, contohnya biaya transportasi, biaya telepon, penyusutan kendaraan. Jumlah biaya keduanya Rp. 1.414.666.
Penerimaan
Penerimaan industri rumah tangga UD. Angkasa Timor selama 2 periode Rp. 179.820.000. jumlah ini sama dengan hasil penjualan yang merupakan jumlah produksi dendeng sapi selama satu periode (3 bulan) dikalikan dengan harga jual per satuan ukuran penjualan (1/2 kg = Rp. 45.000 untuik periode 1 tahun 2008). Sedangkan periode 2 adalah Rp. 66.000 per 1/2 kg.
Laporan Rugi/Laba
Laporan rugi laba merupakan laporan yang sistematis mengenai pengjasilan, biaya-biaya dan rugi/laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Pendapatan industri ruimah tangga UD. Angkasa Timor untuk periode 1 sebesar Rp. 11.900.504,18. sedangkan untuk periode 2 Rp. 17.797.604,18. Perhitungan ini dilakukan dengan pendekatan Full Costing. Laba yang diperoleh merupakan laba bersih yang diperoleh setelah dikurangi pajak sebesar Rp. 87.000 untuk setiap periode.
Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan atau industri pada suatu periode tertentu. Aktiva = pasiva dari industri rumah tangga dendeng sapi UD. Angkasa Timor selama 2 periode adalah Rp. 67.743.605,50.
Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal menggambarkan perubahan-perubahan yang terjadi di atas modal dalam jangka waktu neraca yang lalu dengan neraca yang baru. Modal yang dimiliki oleh industri rumah tangga ini untuk 2 periode adalah sebesar Rp. 60.543.360,55.




KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan :
1. Industri Rumah Tangga Dendeng Sapi MURNI UD. Angkasa Timor memiliki pola pengelolaan usaha meliputi aspek produksi, organisasi, akuntansi dan pemasaran.
2. Biaya produksi untuk kedua periode adalah sebesar Rp. 148.532.,224.
3. Penentuan harga jual menggunakan metode Mark Up Pricing yaitu sebesar
Rp. 107.940,72. Sedangkan presentasi MU untuk kedua periode sebesar 21%.
4. Keuntungan atau laba bersih selama 2 periode adalah Rp. 29.698.108.

Saran
1. Pengelolaan dalam usaha yangbditerapkan oleh Industri Rumah Tangga Dendeng Sapi MURNI UD. Angkasa Timor masih membutuhkan perhatian pada beberapa aspek di antaranya aspek organisasi sebaiknya dilakukan pembagian tugas yang jelas sesuai bidang kerja. Untuk pemasaran perlu dilakukan perluasan lapangan pemasaran ke pasar-pasar, took, kios dan swalayan.
2. untuk mengantisipasi adanya fluktuasi harga bumbu kering (bahan penolong) di pasar dan untuk meminimalkan biaya sebaiknya menejer melakukan pembelian bahan penolong dalam jumlah yang banyak untuk disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama (1-2 bulan).


DAFTAR PUSTAKA
Chrisminingsih dan Sondang, P. 2000. Pola kegiatan Agro Industri Tahu Untuk Mendukung Nilai Tambah Komoditas Kedelai Di Kota Madya Kupang. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Undana Kupang.
L.A. Ngangi. 2001. Pengembangan Agri Bisnis Dan Agroindustri di Indonesia. Grafindo. Jakarta.
Soemarto dan Jusuf. 1987. Akuntansi. Penerbit Salemba 4. Jakarta.
Sofyan Assauri. 1980. Manajemen Produksi. Alumni LPEEUI. Jakarta.
Swasta B, dkk. 1990., Manajemen Pemasaran Modern. Rineka Alumni. Bandung.


 

Bagaimana pendapat Anda tentang blog ini.?